Postingan

Arti Aksara Jawa (Ha Na Ca Ra Ka)

Gambar
Indonesia memiliki berbagai kebudayaan yang multikultural, sangat banyak ide dan gagasa emas yang diturunkan kepada anak cucu, semisal batik, tarian adat, senjata pusaka, makanan khas, wayang dan masih banyak lagi warisan yang diturunkan oleh nenek moyang kita. Sampai-sampai negara tetangga hendak merebut apa yang telah diwariskan nenek moyang kita. Salah satunya adalah aksara jawa, mungkin dijaman sekarang tak banyak orang yang dapat membaja aksara jawa. Namun disini kita akan sedikit belajar tentang arti aksara jawa itu sendiri. Konon aksara jawa ini diciptakan oleh prabu Ajisaka seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya. Ha Na Ca Ra Ka     = Ada utusan Da Ta Sa Wa La      = Saling bertengkar Pa Dha Ja Ya Nya   = Sama-sama digdaya Ma Ga Ba Ta Ngan = Sama jadi mayatnya (sampyuh) Dari aksara jawa yang diciptakan tersebut, rupanya ajisaka juga bermaksud mengajarkan ilmu kehidupan, hal itu dapat kita pahami dengan mengartikan aksar...

Salah Menarik Uang di ATM Setor Tunai Bank Bri

Gambar
Rezeki itu meang tidak bisa ditebak kapan dan dari mana datangnya, saat itu saya bekerja di Bantul, bermitra dengan salah satu UKM. Namanya UKM sistemnya masih lemah, apa-apa pembayaran cash tidak menggunakan sistem gaji Payroll seperti kebanyakan perusahan-perusahan besar yang ada saat ini. Menuju akhir 2016 tepatnya 24 Desember, saya menenima hak gaji saya, dan saya memutuskan untuk pulang dikampung saya Purwodadi. Karena pengen bawa uang dikit aja didompet, saya memutuskan untuk setor tunai terlebih dahulu di ATM BRI daerah Kids Fun sebelum pulang kampung. Emang sengaja pengen bawa dikit uang sih,... Perjalanan pulang Ke Purwodadi berlangsung lama sekali apalagi mesti ke Ambarawa dahulu karena suatu urusan, jadi rute yang saya ambil Bantul Jatinom Tuntang Gubug Purwodadi. Hampir sampai rumah saya putuskan untuk mengambil tarik tunai di ATM BRI wirosari, seperti biasa saya memasukan kartu ATM BRI ke mesin ATM BRI yang terletak di selatan pasar Wirosari. Penarikan uang seperti ...

Lahirnya Huruf Jawa Ha Na Ca Ra Ka (Terjadinya Bledug Kuwu Part4)

Gambar
Medang Kamolan semakin lama kian makmur,  rakyat dulunya dipenuhi rasa ketakutan, sekarang hidup tentram aman dan damai karena sudah tidak ada ancaman dijadikan korban oleh Dewata Cengkar, terlebih kerajaan medang kamolan sekarang dipimpin oleh seorang Raja yang arif dan bijaksana, kemakmuran rakyat selalu diperhatikan oleh pemerintah. Hasil bumi yang melimpah telah mengundang warga asing untuk berdagang membeli hasil bumi di Medang Kamolan, selain itu banyak juga ilmuan yang mempelajari sistem pemerintahan yang diterapkan. Namun mengemban tugas menjadi seorang raja bukan suatu hal yang mudah, dengan kedudukannya sekarang Ajjisaka memerlukan pusaka yang mana telah dititipkan oleh sahabatnya, Semada. Karena padatnya kkesibukan untuk mengurusi kerajaan, Ajisaka meminta toolong kepada Dora untuk mengambilkan pusaka yang telah dititipkan kepada Sembada. Lalu, Dora menjalankan tugasnya untuk mengambilkan pusaka di Nusa Majedi. Perjalanan ke Nusa Majedi berlangsung cukup lama, namun Dor...

Munculnya Buaya Putih (Terjadinya Bledug Kuwu Part3)

Seperti biasa, Dewata cengkar selalu menantikan kedatangan Patihnya setelah berpamitan pergi untuk mencarikannya korban. Pintu gerbang yang ada dihadapannya selalu diperhatikan, berharap jika terbuka itu adalah kedatangan Patih yang membawakan korban. Hingga pada akhirnya Aryo Tengger datang membawakan Ajisaka untuk dihadapkan pada sang raja, karena korban yang dibawakan tidak seperti biasanya, Aryo Tengger menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada Dewata Cengkar, dan Dewata Cengkar menghendakinya walaupun yang dibawakan bukan daging kesukaannya. Seperti biasanya, sebelum korban dieksekusi Sang Raja menawarkan permintaan terakhir pada korban. Lalu Ajisaka meminta sepetak tanah dialun-alun seluas surban yang dipakainya, proses pengukuran harus dilakukan sendiri sang raja dan disaksikan langsung oleh rakyat Medang Kamolan.  Lantas Dewata Cengkar mengiyakan permintaan Ajisaka, dan meminta segera rakyat untuk berkumpul menyaksikan proses pengukuran. Prabu Dewata Cengkar meminta...

Datangnya Ajisaka (Terjadinya Bledug Kuwu Part2)

Datangnya Ajisaka Keadaan Medang Kamolan yang dulunya hidup aman dan tentram kini    berubah drastis akibat ulah rajanya sendiri. Namun jauh di Negri seberang Medang Kamolan masih dikenal sebagai Kerajaan besar dimana diketahui masyarakatnya hidup makmur karena kesuburan tanah di  Jawa. Banyak ilmuan dan pedagang yang hendak membangun kerjasama perdagangan dengan medang kamolan, salah satunya adalah Ajisaka. Bersama 2 pengikutnya yaitu Sembada dan Dora dia berangkat dari kampung halamannya, dalam perjalanan butuh waktu berbulan-bulan untuk mencapai Nusa Jawa. Pada suatu ketika ketiga orang tersebut memutuskan singgah di Nusa Majedi, yang sekarang dinamakan Bawean. Setelah peristirahatan sudah dirasa cukup memulihkan tenaga, Ajisaka berpesan kepada Sembada.    “Sembada, saya akan melanjutkan perjalanan ke Nusa Jawa, Dora yang saya ajak untuk membantu. Sedangkan kamu    sementara waktu singgah dahulu di Nusa Majedi ini, disamping menjaga barang-...

Berdirinya Kerajaan Medang Kamolan (Terjadinya Bledug Kuwu Part1)

Lahirnya  berbagai budaya masa silam oleh masyarakat jawa begitu membanggakan, hal ini tentunya tak lepas buah karya dari nenek moyang  pada masa keemasaannya, semisal kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Menurut sumber yang saya dapat, tokoh-tokoh yang menyandang tahta di kerajaan yang sering kita degar seperti kerajaan Sriwijaya dan Majapahit bermula dari kerajaan Medang Kamolan. Sedangkan kerajaan medang kamolan berakar dari kerajaan Galuh yang dulunya pusat pemerintahan berada di wilayah Jawa Barat. Pada masa dahulu konon tanah jawa dikuasai oleh kerajaan Galuh yang dipimpin oleh Sindulaya Sang Hyang Prabu Watu Gunung, melalui jasanya masyarakat Galuh hidup tentram dan makmur. Prabu Watu Gunung memiliki empat orang anak, yang pertama yaitu Dyah Ayu Dewi yang menjadi Ratu di Nusatembini, Pangeran Adipati Dewata Cengkar, Dewata Pemunah Sakti menjadi Adipati di Madura dan yang terakhir Pangeran Adipati Dewata Agung menjadi Adipati di Pulau Bali. Dari keempat anakya, Dewata ce...

Terjadinya Bledug Kuwu

Grobogan adalah salah satu kabupaten yang berada di Jawa tengah dimana ibukota kabupaten ini terletak di Kecamatan Purwodadi. Mungkin wilayah ini cukup asing di telinga pembaca, namun perkembangan dari Purwodadi sudah mulai menunjukan pergerakannya. Hal ini dapat dilihat adanya pabrik-pabrik baru, penghasil jangkrik, penghasil semangka dan melon, dan bermunculan usaha sablon. Selain itu di Purwodadi banyak memiliki tempat wisata alam seperti bledug kuwu, mrapen api abadi, kesongo, widuri (mungkin pembaca baru ngeh kalo ada di Purwodadi). Selain itu jugan terdapat beberapa wisata rohani tokoh kejawen, seperti Kiageng Tarub dan Ki Ageng Selo. Tempat wisata yang terdapat  di Purwodadi ini pada dasarnya memang kurang terkenal, namun usaha pemuda-pemuda Purwodadi perlu diacungi jempol, seperti aktivitas di social media instagaram, @wisatagrobogan. Mereka tak henti-hentinya mengenalkan tempat-tempat wisata kepada masyarakat luas, tentunya usaha ini sangat diapresiasi warga Grobogan. H...